Rakernas PKS perkuat sikap sebagai partai oposisi

0
52

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsy mengatakan hasil rapat kerja nasional (rakernas) yang digelar di Jakarta pada 1-18 Maret 2021, antara lain, PKS memperkuat sikapnya sebagai partai oposisi.

Hal tersebut tertuang dalam salah satu rekomendasi hasil Rakernas yang dibacakan Alhabsy saat jumpa pers usai penutupan kegiatan rakernas di Jakarta, Kamis.

“Memperkuat sikap oposisi PKS sebagai partai yang terdepan dalam pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan kepada rakyat Indonesia melalui berbagai program kerja dari seluruh bidang, badan, dan fraksi,” katanya.

Khususnya, menurut dia, pada misi pelayanan sosial kemanusiaan yang mendesak dalam penanganan pandemi COVID-19 serta berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia agar bangsa Indonesia mampu melewati krisis pandemi dan beratnya tekanan ekonomi.

PKS juga mengokohkan visi sebagai Partai Islam rahmatan lil alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam cakupan visi Islam rahmatan lil-Alamin ini PKS bekomitmen bersama dengan elemen kebangsaan lainnya untuk menampilkan wajah agama yang moderat (wasathiyah) untuk menciptakan hubungan timbal balik yang positif sehingga dapat menciptakan keharmonisan antar sesama anak bangsa,” sebut Alhabsy.

Ia menerangkan PKS akan meluncurkan banyak program kerja yang membantu dan membela kepentingan rakyat, termasuk di dalamnya meringankan beban masyarakat akibat pandemi COVID-19.

Walaupun demikian, PKS tetap membuka peluang kerja sama dengan lembaga-lembaga negara terutama dalam upaya membangun nasionalisme dan jiwa kebangsaan.

Keterbukaan itu tercermin dalam rekomendasi hasil rakernas lainnya, yaitu PKS menggagas pembentukan Sekolah Etik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI.

“(Lemhanas) sebuah lembaga strategis di republik ini yang memiliki pengalaman panjang dalam menghadirkan konsep dan doktrin ketahanan nasional serta dalam mendidik kader pemimpin nasional yang berkarakter negarawan,” kata sekjen PKS.

Ia pun berharap rencana itu dapat terwujud sehingga Sekolah Etik Indonesia dapat mencetak pemimpin-pemimpin partai yang memiliki visi kepemimpinan, keagamaan yang moderat, patriotik, memiliki jiwa kebangsaan dan nasionalisme yang kuat.

Tidak hanya dengan Lemhanas, PKS juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat, khususnya kalangan muda.

“PKS membuka ruang terbuka bagi anak-anak muda berkolaborasi dalam program Wujudkan Ide Bersama PKS Muda, Content Creator Academy, dan Young Creative Center. PKS juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama mengokohkan Program Rumah Keluarga Indonesia, Program Pusat Pelayanan Rakyat, dan banyak program pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan untuk masyarakat,” terang Alhabsy.

Setidaknya ada lima poin rekomendasi yang disepakati dalam rapat kerja nasional PKS tahun ini.

Terakhir, hasil rakernas juga menegaskan komitmen PKS untuk mengawal transisi kepemimpinan nasional dan berbagai proses legislasi agar sejalan dengan dasar negara, ketentuan perundang-undangan dan prinsip-prinsip demokrasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here