Pemprov Papua: 1.051 penerima program beasiswa Otonomi Khusus sudah lulus

0
29

Jayapura (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebutkan sebanyak 1.051 orang yang mengikuti program beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) telah berhasil lulus dari lembaga pendidikan berbagai tingkatan baik di dalam negeri maupun luar negeri selama 2020.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Doren Wakerkwa di Jayapura, Selasa, mengatakan jumlah mahasiswa aktif yang dibiayai saat ini baik di dalam maupun di luar negeri adalah sebanyak 1.236 orang.

“Ini semua tidak lepas dari kerja keras dan kinerja yang baik oleh organisasi pengelola program-program beasiswa dan instansi terkait di lingkungan Provinsi
Papua sebagai pendukung,” katanya.

Selain itu, masih ada hasil kerja sama pendidikan di luar negeri yang didapatkan dalam bentuk lain yaitu berkaitan dengan masa pandemi COVID-19.

“University of Rhode Island di Amerika Serikat sebagai mitra lembaga pendidikan telah memberikan bantuan hibah berupa alat ventilator untuk Pemerintah Provinsi Papua sebanyak 70 unit,” ujarnya.

Bantuan alat ventilator tersebut telah didistribusikan dan digunakan pada rumah sakit di seluruh Provinsi Papua untuk penanganan pasien COVID-19.

“Sejak digulirkan 2009, Pemprov Papua lewat program beasiswa yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus telah menghasilkan lulusan luar negeri yakni S3 sebanyak tujuh orang, S2 sebanyak 22 orang, S1 sebanyak 148 orang, D3 sebanyak sembilan orang, SMU sebanyak 132 Orang (mayoritas lanjut S1 di luar negeri),” katanya lagi.

Lulusan luar negeri dari akademi ditambah lisensi pilot atau penerbang sebanyak empat orang, kerjasama fasilitasi S2-S3 Jalur BIT LPDP sebanyak 24 orang ASN atau nonASN, kerjasama pembiayaan kursus singkat ASN dengan mitra sebanyak empat orang ASN sehingga jumlah total lulusan program beasiswa luar negeri sebanyak 350 orang.

Data yang diperoleh Antara mencatat mahasiswa aktif di luar negeri adalah jenjang S1 sebanyak 403 orang, S2 sebanyak 92 orang, S3 sebanyak enam orang, SMA sebanyak 28 orang, foundation sebanyak 24 orang, akademi dan lisensi penerbangan sebanyak 23 orang sehingga jumlah total mahasiswa aktif di luar negeri sebanyak 580 orang.

Sedangkan untuk data lulusan program beasiswa dalam negeri sebagai berikut program S1 sebanyak 148 orang, S2 sebanyak 25 orang dan S3 sebanyak empat orang.
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here